Cinque Terre

Perkembangan Industri Furniture Di Indonesia

Haris Munandar
Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian

Cinque Terre

    Pemerintah Indonesia telah menetapkan industri furniture dan kerajinan sebagai salah satu industri prioritas nasional. Hal ini antara lain didasarkan dari ketersediaan bahan baku berupa kayu, rotan dan bahan alami lainnya yang cukup berlimpah di Indonesia, banyak menyerap tenaga kerja serta sebagai penghasil devisa yang potensial. Indonesia merupakan penghasil 80% bahan baku rotan dunia, dengan 306 jenis rotan, walau baru 51 jenis yang termanfaatkan. Daerah penghasil rotan di Indonesia berada di berbagai pulau, terutama di Pulau Kalimantan, Pulau Sulawesi dan Pulau Sumatera. Disamping itu, Indonesia memiliki kawasan hutan tropis seluas 126.09 juta Ha, terbesar ketiga di dunia setelah Brasil dan Zaire. Dengan iklim tropis berbagai jenis tanaman/pohon yang dapat tumbuh dengan cepat di Indonesia merupakan sumber bahan baku kayu dan bahan alami lainnya yang berkesinambungan.

    Pada tahun 2017, nilai tambah industri furnitur Indonesia sebesar Rp 25,4 triliun dengan laju pertumbuhan PDB industri furnitur mencapai 3,71% dari tahun sebelumnya. Sedangkan pada periode Januari-September tahun 2018, nilai tambah Industri Furniture mencapai angka Rp 19,4 triliun dengan laju pertumbuhan sebesar 2,13% dibandingkan periode yang sama tahun 2017. Kinerja ekspor industri furniture Indonesia dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan tren fluktuatif, dimana pada tahun 2015 mencapai US$ 1.817 Miliar dan menurun pada tahun 2016 di angka US$ 1.689 Miliar. Pada tahun 2017 mengalami sedikit kenaikan dengan nilai ekspor sebesar US$ 1.722 Miliar. Pada periode Januari-Oktober 2018, neraca perdagangan produk furniture mencatatkan surplus sebesar 99,1 juta USD, dengan nilai ekspor mencapai USD 1,4 miliar, mengalami kenaikan 4,83% dari periode yang sama di tahun 2017.

    Nilai ekspor furniture Indonesia pada periode tahun 2016-2017 tumbuh sebesar 2 % sedikit menurun dibanding pertumbuhan ekspor periode tahun 2013-2017 yang sebesar 3 % . Negara tujuan ekspor Indonesia terbesar adalah pasar Amerika kemuadian pasar Jepang, Belanda Jerman dan Inggris. Kinerja ekspor tersebut juga dinilai masih relatif kecil dibandingkan dengan nilai perdagangan furnitur dunia saat ini. Nilai perdagangan ekspor furnitur dunia berdasarkan data Trademaps adalah sebesar: US$ 239,9 Miliar pada tahun 2017. Data Trademaps juga menunjukkan ekspor furniture pada tahun 2017 dari Vietnam telah mencapai US$ 6.6 Miliar (Ranking no 7) dan Malaysia mencapai US$ 2.6 Miliar (Ranking no 18) sementara Indonensia mencapai US$ 1,7 Miliar (Ranking no 26). Kontribusi ekspor Indonesia di pasar ekspor dunia hanya sebesar 0,7 % pada total ekspor dunia, sementara kontribusi ekspor RRT di pasar ekspor dunia sudah mencapai 37,1% disusul posisi kedua Jerman sebesar 7,3% posisi ketiga Italy sebesar 5,7% . Meskipun ekspor tumbuh positif, kinerja ekspor furnitur masih relatif kecil dibandingkan dengan potensi bahan baku yang dimiliki, mengingat Indonesia merupakan salah satu dari 10 Negara yang memiliki hutan terluas di dunia dengan lebih kurang 46,46% wilayah Indonesia merupakan kawasan perhutanan. Mencermati kondisi pasar dunia saat ini, Indonesia dengan comparative advantages yang dimiliki seperti ketersediaan bahan baku yang berlimpah, pertumbuhan tanaman (pohon) yang lebih cepat, tenaga kerja, semestinya dapat diubah menjadi competitive advantage, sehingga kedepan berpotensi menjadi salah satu pemain utama industri furnitur di dunia.

    Pemerintah terus berupaya untuk memberikan iklim usaha yang semakin kondusif dan mendorong perkembangan industri furniture melalui beberapa upaya antara lain :

    • Mengembangkan kemampuan SDM dengan pendirian Politeknik Industri Furnitur dan Pengolahan Kayu di Jawa Tengah serta melalui Program Pendidikan Vokasi Link and Match antara SMK dan industri; Provinsi Jawa Tengah merupakan basis industri furniture dan menyumbang 57% dari total ekspor furniture nasional. Dengan target peningkatan ekspor nasional mencapai 5 Milyar USD, diperkirakan kebutuhan tenaga kerja furniture khususnya di Jawa Tengah meningkat sebanyak 101.346 orang dalam 2 tahun ke depan. Keberadaan Politeknik Industri Furnitur di Kawasan Industri Kendal untuk mensupply kebutuhan tenaga kerja industri kompeten sangat tepat untuk mendorong peningkatan produktivitas dan menjadikan industri furniture lebih berdaya saing. Untuk diklat 3 in 1 sudah dialokasikan untuk operator mesin CNC Ukir, Diklat CAD/CAM untuk desain furniture. Sistem pembelajaran di Politeknik Industri Furnitur dan Pengolahan Kayu ini telah mengadopsi konsep dual system yang dikembangkan bersama Swiss, sehingga lulusan yang dihasilkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan industri dan ke depan Politeknik Industri Furnitur ini dapat menjadi contoh bagi pengembangan pendidikan vokasi di Indonesia.

    • Peningkatan investasi di sektor furnitur juga terus dilakukan, salah satunya melalui Forum Investasi Industri Furnitur yang telah dilaksanakan di China untuk menarik investor China ke Indonesia; Pemberian fasilitas insentif Tax Allowance untuk investasi baru terutama investasi industri furnitur di Luar Jawa. Mendorong modernisasi mesin dan peralatan furnitur dan pengolahan kayu melalui program bantuan keringanan pembiayaan investasi dalam rangka restrukturisasi mesin/peralatan;

    • Fasilitasi pembiayaan ekspor melalui LPEI terutama ke wilayah Afrika; dan pendampingan kepada industri untuk mendapatkan sertifikasi legalitas kayu

    • Akan segera disiapkan konsep sistem logistik bahan baku nasional untuk menjamin kecukupan dan kelangsungan pasokan bahan baku industri furnitur & kayu olahan yang efisien ;

    • Dalam Proses mengusulkan skema Super Deduction Tax yaitu insentif yang disiapkan untuk mendorong kegiatan R&D dan menyiapkan SDM Vokasi (terampil), mengingat kedua aspek tersebut merupakan ujung tombak daya saing suatu industri. Saat ini usulan tersebut masih dibahas di Kemenko Perekonomian.

    • Meningkatkan pasar ekspor diantaranya adalah dengan memfasilitasi keikutsertaan pelaku industri furnitur pada pameran industri furnitur dan kerajinan baik di dalam maupun di luar negeri.

Posted on 07 January 2019

Antique Furniture, Art & Craft, Art Glass, Bedroom Furniture, Customized Furniture, Dining-room Furniture, Flooring, Furniture Hardware & Accessories, Garden / Outdoor Furniture, Garden Furniture, Handicrafts, Home Furnishing & Decorative Item, Hospitality Furniture, Interior Decoration Materials, Kitchen Furniture, Leather, Lighting & Accessories, Living-Room Furniture, Occasional Furniture, Office Furniture, Pottery/Vase, Recycle wood , Sculpture, Stone Craft, Upholstery Furniture, visit factory.

Cinque Terre